Jurnalistik Online


Jurnalistik Online sepintas dalam benak kita akan tersirat mengenai dunia internet, portal atau website berita yang biasa kita akses melalui gadget-gadget Laptop, Netbook, Smartphone dan lain sebagainya. 

Jurnalistik Online merupakan salah satu produk jurnalistik selain dari media konvensional seperti media cetak dan media elektronik.  Kini media online mulai menjamur dan kian digemari dan banyak diakses oleh masyarakat. 

Online  adalah istilah bahasa dalam internet yang artinya sebuah informasi yang dapat diakses dimana saja selama ada jaringan internet. Oleh sebab itu jurnalistik online adalah perubahan baru dalam ilmu jurnalistik. Media online menyajikan informasi cepat dan mudah diakses dimana saja. 

Perkembangan media online memunculkan generasi baru di bidang jurnalistik yaitu jurnalistik online yang disebut juga dengan cyberjournalism. Jurnalistik online berarti proses penyampaian berita atau informasi dengan menggunakan media internet.

Jurnalistik Online memiliki karakteristik layaknya media online yang real time dan selalu up to date dalam penyampaian beritanya kepada khalayak.  Bahkan bisa langsung dipublikasikan pada saat kejadian masih berlangsung.

Hari Air Sedunia 22 Maret


Hari Air Sedunia atau World Water Day sering juga disebut World Day for Water adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

Peringatan Hari Air Sedunia dilaksanakan setiap tanggal 22 Maret.Pada Sidang Umum PBB ke-47 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1992, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993.

Air merupakan sumber kehidupan, tidak hanya bagi manusia, makhluk hidup yang lain juga sangat membutuhkan air. Sebagian besar zat dalam tubuh manusia terdiri dari air. Seseorang bisa hidup tanpa makanan selama lebih dari sebulan, tetapi hanya dapat hidup beberapa hari tanpa air.

Air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan lain-lain.

Berdasarkan statistik, setiap manusia rata-rata meminum 2-4 liter air setiap harinya, dan dari jumlah tersebut, sebagian besar air yang diminum ‘terkandung’ dalam makanan yang dimakan.

Begitu tergantungnya kehidupan manusia terhadap air, maka kualitas hidup manusia sangat tergantung dari kualitas air yang dikonsumsi.Air yang baik dan sehat membuat ekosistem sehat dan tetap terjaga sehingga pada akhirnya, menjadikan manusia lebih sejahtera. Sebaliknya, kualitas air yang buruk berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan.

Mengingat begitu pentingnya air bagi kehidupan manusia dan makhluk hidupnya, mari bersama kita menjaga kelestarian air agar air tetap bersih dan terbebas dari pencemaran lingkungan.



Clean Water for a Healthy World 

Keindahan Kereta Api Daop 2 Bandung

Keindahan pemandangan dari Kereta Api memang tidak ada habisnya. Saya yang begitu mencintai kereta api selalu mengabadikan momen-momen ketika Kereta Api lewat. Beberapa foto di bawah ini merupakan hasil hunting di beberapa spot yang ada di Daop (Daerah Operasi) 2 Bandung. Daop 2 Bandung ini terbentang dari Stasiun Cibungur hingga Stasiun Banjar. 

Serayu Jembatan Sasaksaat
Kereta Api Serayu saat melintas di Jembatan Sasaksaat di petak antara Stasiun Cilame dan Stasiun Sasaksaat Padalarang, Bandung Barat.

SiMandra
Kereta Api Lokal Cibatu-Purwakarta disebut juga SiMandra atau Argo Gentong melintas di Jembatan Cikubang di petak antara Stasiun Cilame dan Stasiun Sasaksaat Padalarang, Bandung Barat.

 Argo Wilis @Sasak Citiis
Kereta Api Argo Wilis melintasi Jembatan Citiis diatas Jalan Lingkar Nagreg

Malabar @Leles Curve
Kereta Api Malabar melintasi Leles Curve di Kadungora, Garut

Pasundan @Lebakjero
Kereta Api Pasundan saat memasuki sinyal masuk Stasiun Lebakjero, Garut

SiMandra @Lebakjero
Kereta Api Lokal Cibatu-Purwakarta memasuki Stasiun Lebakjero, Garut

Foto-foto diatas masih sebagian dari keindahan Kereta Api Indonesia.
KURANGI POLUSI, KURANGI BEBAN JALAN RAYA, DAPATKAN PEMANDANGAN INDAH
NAIK KERETA API LEBIH BAIK 
LEBIH BAIK NAIK KERETA API

Menyusuri Karst Citatah


Pada tanggal 13 Mei 2012 lalu, saya bersama barudak Photo's Speak yang #MAMPRANGS melakukan perjalanan. Bersama Izot, Uqis, Ochold dan Gugum kami menyusuri beberapa bagian Karst Citatah. Dibawah ini merupakan video dokumentasi perjalanan kami.  

Belajar #MAMPRANGS bersama Photo's Speak

Berawal dari sebuah perkumpulan beberapa mahasiswa yang berasal dari jurusan Jurnalistik yang menamai diri sebagai KME (Komunitas Mahasiswa Ekologi) dan mengadakan obrolan-obrolan kecil mengenai hobi mereka yaitu "fotografi", kesamaan hobi yang mereka miliki harus memiliki semacam wadah untuk menyalurkan dan menghasilkan karya-karya mereka, maka pada tanggal 16 November 2011 terbentuklah sebuah komunitas fotografi yang bernama Photo's Speak yang digawangi oleh Fajri cs.

Mengapa dinamai Photo's Speak atau foto yang berbicara? Karena didalam komunitas ini lebih mengedepankan tentang foto jurnalistik, sedangkan maksud dari foto yang berbicara adalah setiap foto memiliki arti dan makna tersendiri.

Pada tangal 28 Februari 2012 Photo's Speak mengadakan sebuah pameran foto yang diselenggarakan di taman kampus UIN SGD Bandung selama satu minggu dan ini merupakan pameran foto yang pertama kali diadakan di kampus. Foto-foto yang dipamerkan berasal dari jepretan mahasiswa Jurnalistik baik itu anggota Photo's Speak maupun bukan anggota. Di acara pameran foto ini pun tidak hanya sekedar memajang foto, namun ada pula acara diskusi foto dan bedah film. Pameran foto perdana ini berlangsung sukses dan mendapatkan apresiasi tinggi dari Rektor serta mendapat banyak sorotan positif dari berbagai media cetak lokal.
Foto dari salah satu media cetak mengenai Pameran Foto 2012 Photo's Speak

Kegiatan rutin yang dilakukan Photo's Speak yaitu melakukan hunting foto bersama, diskusi foto yang biasa dikenal dengan istilah NGOPI (Ngobrolin Fotografi) dengan pemateri fotografer dari berbagai media cetak.

Irfan Al-Faritsi Guru Besar Photo's Speak, Fotografer Harian Seputar Indonesia (SINDO) Jabar.
Diskusi Fotografi bersamaFotografer Antara biro Jabar, Agus "Bebeng" Hadyana (2/11/2012). (Zot)


Komunitas Photo's Speak. Diskusi rutin yang dilakukan Photo's Speak diselenggarakan di kampus 
UIN Bandung, Jl A.H Nasution, Bandung, Selasa (06/11). Komunitas yang bergerak di bidang 
fotografi jurnalistik ini kerap melakukan diskusi tersebut setiap minggunya. (Amri)




Ini kami gerombolan-gerombolan yang selalu berkarya 
Tanpa menjadikan keterbatasan sebagai alasan 
Ini kami gerombolan-gerombolan yang akan semakin #MAMPRANGS

Puisi Ivan Scumbag

Aku melihat kematian begitu indah
Bulat pucat purnama di langit yang gelap
Memenuhi rongga langit yang temaram dengan aroma dupa mistik yang misterius
Aku melihat kematian begitu indah
Lembut mengalir bening, membelai batu gamping warna krem yang berserak di dasarnya
Menciptakan riam2 kecil
Membuat laju sepotong daun kering yang hanyut terguncang dan tertahan-tahan. Lalu dengan sayap lembutnya, mengepak empuk dan terbang ringan melayang hampa.
Di tengah gurun tandus dia berkelana menunjukkan jalan pada setiap langkah pengelana yang tersesat
Gurun yang hanya menyisakan udara panas dan angin kuat berdebu
Yang menjelmakan hasrat liar dengan dominasi pada hidup
Bahkan hingga hari ini aku masih melihat kematian begitu indah
Tanpa harus ada darah yang tumpah dan nadi yang terkoyak
Tanpa harus ada tubuh yang tergantung kaku diatas kusen berdebu
Kematian melayang perlahan dan hinggap di lubuk kalbu yang mulai enggan untuk berdetak secara teratur
Hanya tubuh yang diam terbaring tenang
Seperti tidur panjang yang nyenyak dengan mimpi indah tanpa akhir
Dan kini keindahan itu memelukku
Menyergap lembut dari belakang dan mendekapku erat penuh hangat
Seperti kekasih yang menumpahkan segala rasa rindu

Ada tangisan bahagia dan kecupan rasa suka
Lalu kematian memasangkan kedua sayap mungilnya di belakang pundakku
Memberikan padaku mahkota bercahaya

Lingkaran bersinar yang melayang tepat diatas kepalaku
Aku seperti dewa matahari
Seperti dewa matahari badanku melayang ringan dan bercahaya penuh kharisma
Memendar dalam dingin dan udara yang tak berasa apa-apa
Aku melihat kematian sebagai serpihan dari puzzle yang harus dirangkai satu-persatu
untuk mendapatkan sebuah rupa yang utuh dan sempurna
Kematian maksimal
Kebebasan sejati
Dari rasa sakit

Dari buku biografi Ivan "Scumbag" Firmansyah (1978-2006)

Bara api di Leuweung Tengah

Malam ini aku berada di tengah hutan, dibalik rerimbunan pepohonan yang menjulang tinggi. Diiringi nyanyian alam, desiran suara daun yang terbawa angin, dan alunan aliran air sungai yang begitu merdu. Juga nyanyian binatang malam yang saling bersahutan. 

Aku termenung sendiri di depan perapian, sementara saudara-saudaraku yang lain sudah tertidur pulas dengan mimpi mereka. Ini merupakan malam ketiga aku berada di tempat ini. Tawa, canda, juga dengan keseriusan-keseriusan diskusi kecil selalu menghangatkan suasana. Ini yang aku sukai di alam bebas ini, berbagai pikiran, masalah, penat dan lain sebagainya bisa terlupakan disini. 

Sebatang lilin bersama api yang bergoyang ditiup angin malam, juga sinar rembulan yang menelisik di balik rerimbunan pohon. Bara api yang selalu menjaga kehangatan bagi tubuhku. Tidak ada bisingnya suara mesin, kendaraan, dan kesibukan kota. Kedamaian yang aku rasakan saat ini. Suasana ini jarang sekali aku rasakan. Bersama saudara-saudaraku disini aku belajar arti kebersamaan dan kekeluargaan yang sesungguhnya. Perbedaan selalu ada, tapi dari perbedaan itu muncul berbagai pendapat hingga sampai pada sebuah kesepakatan. Selamat malam Jebrag, Tarno, Lingker, Puhun, Londok, Tungi, Hutong, Midun dan Mang Cress. 

Di tempat yang tidak jauh dari sini, saudara-saudaraku yang lain mungkin sedang kedinginan, mereka sedang belajar bagaimana bisa bertahan hidup di alam. Sepuluh hari telah mereka lewati dengan berbagai pelajaran berharga. Fisik dan mental mereka selalu digojlok setiap harinya, untuk kesiapan mereka menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Motivasi selalu membangkitkan semangat mereka. Mereka sudah tidak memikirkan rasa dingin, rasa sakit, keluh, kesah telah hilang dengan spirit yang membara diiringi dengan doa yang selalu mereka panjatkan. Selamat malam Lumay, Dastrum, Disman, Onah, Sengklek, Rengse, Bool, Aki dan Kardun. 

Selamat bermimpi indah saudara-saudaraku...
Bersama kesunyian Leuweung Tengah Rancaupas Ciwidey, Indonesia
Senin, 21 Januari 2012 23:10 WIB.

Hujan, Rindu, dan Sebuah Kisah



Hujan tak henti-hentinya membasahi bumi
Layaknya sang rindu yang tak pernah selesai
Rindu yang tertawan dalam sebuah kotak
Penuh dengan berbagai asa dan alasan 

Hujan ini semakin membuatku basah
Basah dengan semua rindu
Rindu yang tersembunyi dalam tawa
Berharap alasan itu tetap ada 

Hujan semakin deras 
Membuatku hanyut terbawa arus 
Mungkin terdampar dalam batuan
Mungkin hingga ke samudera luas 

Kali ini aku terjebak dalam sebuah kisah, yang tidak jelas alurnya seperti apa. Dengan tokoh-tokoh yang misterius. Sulit untuk keluar dari kisah ini, layaknya buku tanpa halaman. Kubiarkan diriku menikmati kisah-kisah ini, menanti sebuah titik terang dari setiap lembar-lembar kertas yang kusam. Kejelajahi setiap struktur huruf dalam kisah ini, kata demi kata, kalimat demi kalimat, hingga paragraf demi paragraf yang ada. Ingin rasanya aku menuliskan sebuah kalimat dalam kisah ini, namun tak ada kuasa untuk melakukannya. Kisah ini semakin menguasai setiap aspek dari hidupku.

 Dan sekali lagi kucoba untuk menikmati alur kisah ini, aku pikir setiap kisah akan berakhir bahagia. Hal itu tidak berlaku dalam kisah ini . . . 

Kisah Sebungkus Keripik



Siang ini 20 Desember 2012, mendapat inspirasi dari sebuah ruangan rahasia untuk membuat sebuah cerita pendek yang sangat pendek. Diketik jam 14.54-15.06 WIB di lantai dasar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sambil ngecharging netbook milik kawanku Sutanto Atmosfver.           

“KISAH SEBUNGKUS KERIPIK”

Tadi malam aku bersama kawanku berkunjung ke kosan teman yang tidak jauh dari kampus. Biasalah mencari sesuatu yang tidak ada, siapa tau banyak makanan yang bisa aku cicipi disana. Benar dugaanku disana ada beberapa jenis makanan yang bisa kumakan. Salah satunya adalah sebungkus kiripik singkong pedas, lupa lagi apa merk kiripik tersebut yang jelas tertulis kata “pedas” berwarna hijau  dibungkus plastiknya.
                Isinya sudah tak lagi penuh, mungkin tinggal sepertiganya saja dan diikat oleh sebuah karet. Warna keripik itu coklat kemerahan bertabur bumbu cabe yang jelas begitu pedas rasanya. Mereka seakan berteriak memanggil meminta untuk dimakan. Mau gimana lagi, aku tak kuasa menolak permintaan kiripik-kiripik tersebut. Kumakan satu-persatu, huap demi huap hingga mulai mengucur keringat dan cairan dari hidungku.
             Godaan rasa pedas itu memang sulit untuk dihindari, meskipun pedas tapi tetap saja kulahap dengan nikmatnya. Dan tanpa terasa mereka sudah habis kumakan dengan hanya menyisakan bungkusnya saja. 

Dua belas jam kemudian
                Aku mulai sering pergi ke sebuah ruangan rahasia yang ada di kampusku. Mereka seakan tertawa terbahak-bahak dalam perut ini. “gara-gara keripik aku perutku jadi sakit” keluhku dalam hati saja, pura-pura tidak terjadi apa-apa. Tak lama kemudian “salah siapa makan gue sampai habis sebungkus, udah tau gue itu pedas masih saja dimakan” ujar si keripik membela diri.

Sebuah Pengantar

Setelah sekian lama tak menulis, entah mengapa malam ini muncul dorongan hebat dari relung-relung hati yang terdalam. Berbeda dengan tulisan sebelum-sebelumnya, kali ini ingin sekali menumpahruahkan isi kepala ini dalam sebuah coretan yang mugkin bisa disebut sebuah puisi. 

Bukan karena ingin beralih profesi menjadi seorang penyair. Hanya saja akhir-akhir ini alur kehidupan ini selalu dipenuhi dengan kehadiran partikel-partikel semu yang begitu indah, mewarnai setiap bagian dari aktivitas-aktivitas kehidupan. Mengalunkan nada-nada merdu membentuk simponi kehidupan.

Ini hanyalah pengantar menuju sebuah harapan. Untuk kamu yang selalu membalas dengan senyum. Kamu makhluk yang diciptakan begitu indah oleh Tuhan Yang Maha Indah. 

Semua Tentangmu

Ini semua tentangmu yang jauh disana
Tentangmu yang hanya bisa kulihat
Tentangmu yang hanya bisa kudengar
Tentangmu yang selalu memberikan senyum

Ini tentangku yang selalu merindukanmu
Tentangku yang selalu membayangkanmu
Tentangku yang selalu ingin mengetahui keadaanmu
Tentangku yang selalu mengharapkan senyummu

Ini semua tentang keyakinan & keberanian
Tentang keindahan & ketulusan
Tentang kesabaran & harapan
Tentang kamu dan senyummu :)


*Soundtrack
Alam Surga - Kedjawen \m/
"Seindah ombak laut selatan di malam nan damai
Aku melihat senyummu"